Apakah TUHAN layak disebut sebagai TUHAN?
Shalom. Bapak/Ibu
yang terkasih di dalam TUHAN. Kali ini kita akan belajar mengenai identitas
TUHAN. Topik ini jarang ada
yang berani mengangkat dan membicarakan, karena sebagian orang menganggap hal
ini adalah hal yang tabu untuk dibicarakan, sehingga pada akhirnya jadi mempertanyakan
keberadaan TUHAN, bahkan yang paling ngeri adalah menganggap TUHAN itu dapat
dijelaskan secara lengkap oleh akal budi manusia yang terbatas ini.
Perlu saya tekankan bahwa topik ini
saya angkat bukan karena saya berpikir bahwa TUHAN itu dapat dijelaskan secara
sempurna oleh ‘brain’ manusia yang sebesar kepalan tangan ini. Namun, topik
singkat ini hanyalah suatu metode yang bertujuan untuk membantu kita mengenali
lebih dalam lagi siapa Allah kita. Di dalamnya, wawasan kita akan diasah dan
dilatih untuk berimajinasi dengan baik dan indah guna menjadi berkat bagi sesama.
Langsung saja kepada poin yang
pertama. Dia disebut Allah karena:
1.
Punya
Hakekat
Hakikatnya TUHAN/Allah adalah TUHAN/Allah
(Kel. 3:14). Lalu apa hakikatnya TUHAN/Allah? Hakikatnya adalah berdaulat. Selanjutnya
mengapa DIA disebut berdaulat? Karena DIA adalah Pribadi yang memiliki Substansi,
Esensi, Eksistensi.
2.
Punya
Sifat Khas
Hal yang dimaksud dalam poin yang
kedua dengan sifat khas di sini adalah karena DIA memiliki atribut ‘MAHA’. (1Sam.
4:8; 2Raj. 19:22; Mz. 7:17, dll.). Sehingga sebagai anak TUHAN kita bisa mengklaim
bahwa TUHAN kita layak disebut sebagai TUHAN, karena memiliki sifat khas ini,
yaitu memiliki atribut ‘MAHA’. Melalui sifat khas ini Allah selalu menampilkan
perbedaan mencolok antara keberadaan TUHAN dan manusia, TUHAN dan berhala,
TUHAN dan ciptaanNya, sudah jelas tentu antara TUHAN dan iblis.
3.
Punya
Tindakan
Actum TUHAN atau tindakan TUHAN yang dimaksud
di sini adalah ‘SEMPURNA’. TUHAN tidak pernah gagal (Ay. 42:2), TUHAN tidak
pernah salah (Yoh. 14:6), sehingga kata yang paling tepat untuk menggambarkan
seluruh actum TUHAN adalah sempurna
(Ul. 32:4).
Demikianlah
penjelasan singkat mengenai identitas TUHAN kita dari si penulis. Semoga postingan
kali ini menjadi berkat buat kita semua. TUHAN Yesus memberkati. Amin.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus