Rabu, 22 April 2020

Secarik Kertas


Secarik Kertas

Suatu hari saya sedang pergi ke suatu tempat di daerah Surabaya, tepatnya di daerah Perak. Ketika saya berjalan, tiba-tiba saya melihat secarik kertas terpapar di jalanan. Lalu saya pun mulai dihinggapi oleh rasa penasaran dan akhirnya mengambil selembar kertas tersebut. Saat saya mengambil kertas itu, ternyata yang saya temukan adalah hanya selembar kertas kosong saja. Ah, saya mulai berpikir mungkin itu hanya perasaan penasaran saya saja yang ingin mengambil kertas tersebut (Ucap saya sambil terus melangkah berjalan). Namun, melalui kisah tersebut saya diingatkan dan mendapat pelajaran bahwa secara tidak langsung saya sudah memilih dan mengambil selembar kertas tersebut untuk memuaskan rasa penasaran yang bergejolak dalam pikiran saya tadi. Kertas yang sebelumnya tidak berguna dalam pikiran saya, sekarang setidaknya secarik kertas tersebut menjadi penghias, daya tarik, dan fokus yang berhasil membuat pikiran saya bertemu dan mempunyai pengalaman dengan secarik kertas tak berguna di pinggir jalan itu.
Para pembaca yang dikasihi TUHAN, kita pun dapat digambarkan seperti secarik kertas yang ada di pinggir jalan tadi. Keadaannya tak berguna, agak kotor, dan tak ada alasan yang membuatnya dapat dianggap berharga. Tetapi TUHAN telah mengambil bagian dalam pikiran dan rencanaNya untuk mengambil dan memilih kita supaya kita dapat bahagia selama-lamanya. Di dalam pengalaman itu kita telah bertemu dengan TUHAN dan boleh diijinkan untuk menikmati segala kebaikan dan kemurahanNya sampai saat ini. Saya berdoa kiranya TUHAN selalu mencurahkan berkatNya bagi kita semua.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Dosa Adam VS Kasih Karunia

Dosa Adam VS Kasih Karunia Shalom Bapak/Ibu terkasih di dalam TUHAN. Kali ini kita akan belajar mengenai Dosa Adam dan Kasih Karun...