Secarik Kertas
Suatu hari saya sedang pergi ke
suatu tempat di daerah Surabaya, tepatnya di daerah Perak. Ketika saya
berjalan, tiba-tiba saya melihat secarik kertas terpapar di jalanan. Lalu saya
pun mulai dihinggapi oleh rasa penasaran dan akhirnya mengambil selembar kertas
tersebut. Saat saya mengambil kertas itu, ternyata yang saya temukan adalah
hanya selembar kertas kosong saja. Ah, saya mulai berpikir mungkin itu hanya
perasaan penasaran saya saja yang ingin mengambil kertas tersebut (Ucap saya
sambil terus melangkah berjalan). Namun, melalui kisah tersebut saya diingatkan
dan mendapat pelajaran bahwa secara tidak langsung saya sudah memilih dan
mengambil selembar kertas tersebut untuk memuaskan rasa penasaran yang
bergejolak dalam pikiran saya tadi. Kertas yang sebelumnya tidak berguna dalam
pikiran saya, sekarang setidaknya secarik kertas tersebut menjadi penghias,
daya tarik, dan fokus yang berhasil membuat pikiran saya bertemu dan mempunyai
pengalaman dengan secarik kertas tak berguna di pinggir jalan itu.
Para pembaca yang dikasihi TUHAN,
kita pun dapat digambarkan seperti secarik kertas yang ada di pinggir jalan
tadi. Keadaannya tak berguna, agak kotor, dan tak ada alasan yang membuatnya dapat
dianggap berharga. Tetapi TUHAN telah mengambil bagian dalam pikiran dan
rencanaNya untuk mengambil dan memilih kita supaya kita dapat bahagia selama-lamanya.
Di dalam pengalaman itu kita telah bertemu dengan TUHAN dan boleh diijinkan
untuk menikmati segala kebaikan dan kemurahanNya sampai saat ini. Saya berdoa
kiranya TUHAN selalu mencurahkan berkatNya bagi kita semua.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar