SUMMUM BONUM

Kamis, 23 April 2020

Dosa Adam VS Kasih Karunia





Dosa Adam VS Kasih Karunia


Shalom Bapak/Ibu terkasih di dalam TUHAN. Kali ini kita akan belajar mengenai Dosa Adam dan Kasih Karunia. Oleh sebab itu kita langsung saja melihat apa akibat yang telah diperbuat oleh Adam dan Kasih Karunia kepada kita:

Pertama, kita akan melihat Akibat dari Dosa Adam adalah:

  • Dia memberikan kepada kita penderitaan berupa orang perempuan menjadi sakit bersalin, pekerjaan menjadi sukar, rasa gelisah, takut, kuatir, dan tidak damai
  • Kita menjadi putus hubungan dengan Allah 
  • Semua manusia menjadi berdosa (dosa representatif)
  • Semua manusia menjadi condong kepada dosa
  • Sehingga semua manusia ada di bawah murka Allah 
  • Kematian dan neraka adalah menjadi bagian hidup kita.
Kedua, sekarang kita akan melihat akibat dari Kasih Karunia adalah sebagai berikut:
  • Kita mengalami pembenaran di hadapan Allah 
  • Kita memiliki harapan pasti untuk hidup diberkati selama di dunia ini 
  • Kita memiliki persekutuan yang semakin indah dengan Allah 
  • Terakhir kita akan memiliki tempat yang lebih indah dari Taman Eden, yaitu sorga abadi.

Pertanyaan terbesar saat ini untuk kita semua adalah di mana posisi kita sekarang? Apakah kita masih hidup di bawah dosa? Atau mungkin sebaliknya?.
Sebagian orang masih menganggap bahwa hidup mereka masih bisa dikuasai dosa. Sehingga dampaknya adalah mereka masih berpikir kalau orang Kristen itu masih bisa diguna-guna, masih dapat terkena kutukan, masih dapat dipengaruhi oleh kata-kata yang tidak baik dari orang lain. Padahal sesungguhnya tidaklah demikian. Saya mau katakan itu ga mempan bagi kita. Memang kita masih dapat berbuat dosa selama kita hidup di dunia ini dan itu wajar. Tapi hal itu bukanlah berarti kita yang sudah percaya Yesus masih tinggal di dalam dosa/terus menerus berbuat dosa. Melainkan kita sudah percaya ada di dalam kasih karunia TUHAN, setiap hari diproses supaya hidup kita lebih baik lagi dari pada sebelumnya sampai akhirnya kita akan menjadi sempurna kelak seperti Bapa di Sorga.
Kelahiran Yesus Kristus yang tanpa dosa, membuat Dia layak dan sah menggantikan manusia berdosa sebagai korban substitusi/pengganti untuk menanggung hukuman dosa manusia, yaitu maut – kematian kekal. Melalui kematian Yesus Kristus di atas kayu salin manusia tidak membutuhkan lagi kurban binatang atau kurban lainnya sebagai penebus dosa karena Yesus Kristus telah memuaskan tuntutan keadilan Allah. Kitab Suci berkata: “Akan tetapi Allah menunjukkan kasihNya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masi berdosa”.
Melalui ‘Adam Pertama’ (Manusia pertama ciptaan Allah), semua manusia telah berdosa dan harus dihukum mati dalam api neraka yang kekal. Namun karena kasih Allah yang besar, Dia mengutus ‘Adam Kedua’ (Yaitu Yesus Kristus yang menjelma menjadi manusia sempurna), semua orang berdosa dumungkinkan untuk mendapatkan pembebasan dari hukuman kematian kekal. Inilah Kabar Baik yang datang dari sorga. Kabar Baik yang memberikan pengampunan dosa dan jaminan hidup kekal. Kabar Baik yang membawa kebahagiaan sejati. Inilah hadiah Cinta Kasih Allah untuk semua manusia, termasuk kita semua yang membaca tulisan ini. Shalom

Rabu, 22 April 2020

Apakah TUHAN layak disebut sebagai TUHAN?


Apakah TUHAN layak disebut sebagai TUHAN?

Shalom. Bapak/Ibu yang terkasih di dalam TUHAN. Kali ini kita akan belajar mengenai identitas TUHAN. Topik ini jarang ada yang berani mengangkat dan membicarakan, karena sebagian orang menganggap hal ini adalah hal yang tabu untuk dibicarakan, sehingga pada akhirnya jadi mempertanyakan keberadaan TUHAN, bahkan yang paling ngeri adalah menganggap TUHAN itu dapat dijelaskan secara lengkap oleh akal budi manusia yang terbatas ini.
Perlu saya tekankan bahwa topik ini saya angkat bukan karena saya berpikir bahwa TUHAN itu dapat dijelaskan secara sempurna oleh ‘brain’ manusia yang sebesar kepalan tangan ini. Namun, topik singkat ini hanyalah suatu metode yang bertujuan untuk membantu kita mengenali lebih dalam lagi siapa Allah kita. Di dalamnya, wawasan kita akan diasah dan dilatih untuk berimajinasi dengan baik dan indah guna menjadi berkat bagi sesama.
Langsung saja kepada poin yang pertama. Dia disebut Allah karena:

1.       Punya Hakekat

Hakikatnya TUHAN/Allah adalah TUHAN/Allah (Kel. 3:14). Lalu apa hakikatnya TUHAN/Allah? Hakikatnya adalah berdaulat. Selanjutnya mengapa DIA disebut berdaulat? Karena DIA adalah Pribadi yang memiliki Substansi, Esensi, Eksistensi.

2.       Punya Sifat Khas

Hal yang dimaksud dalam poin yang kedua dengan sifat khas di sini adalah karena DIA memiliki atribut ‘MAHA’. (1Sam. 4:8; 2Raj. 19:22; Mz. 7:17, dll.). Sehingga sebagai anak TUHAN kita bisa mengklaim bahwa TUHAN kita layak disebut sebagai TUHAN, karena memiliki sifat khas ini, yaitu memiliki atribut ‘MAHA’. Melalui sifat khas ini Allah selalu menampilkan perbedaan mencolok antara keberadaan TUHAN dan manusia, TUHAN dan berhala, TUHAN dan ciptaanNya, sudah jelas tentu antara TUHAN dan iblis.

3.       Punya Tindakan

Actum TUHAN atau tindakan TUHAN yang dimaksud di sini adalah ‘SEMPURNA’. TUHAN tidak pernah gagal (Ay. 42:2), TUHAN tidak pernah salah (Yoh. 14:6), sehingga kata yang paling tepat untuk menggambarkan seluruh actum TUHAN adalah sempurna (Ul. 32:4).

                Demikianlah penjelasan singkat mengenai identitas TUHAN kita dari si penulis. Semoga postingan kali ini menjadi berkat buat kita semua. TUHAN Yesus memberkati. Amin.

Secarik Kertas


Secarik Kertas

Suatu hari saya sedang pergi ke suatu tempat di daerah Surabaya, tepatnya di daerah Perak. Ketika saya berjalan, tiba-tiba saya melihat secarik kertas terpapar di jalanan. Lalu saya pun mulai dihinggapi oleh rasa penasaran dan akhirnya mengambil selembar kertas tersebut. Saat saya mengambil kertas itu, ternyata yang saya temukan adalah hanya selembar kertas kosong saja. Ah, saya mulai berpikir mungkin itu hanya perasaan penasaran saya saja yang ingin mengambil kertas tersebut (Ucap saya sambil terus melangkah berjalan). Namun, melalui kisah tersebut saya diingatkan dan mendapat pelajaran bahwa secara tidak langsung saya sudah memilih dan mengambil selembar kertas tersebut untuk memuaskan rasa penasaran yang bergejolak dalam pikiran saya tadi. Kertas yang sebelumnya tidak berguna dalam pikiran saya, sekarang setidaknya secarik kertas tersebut menjadi penghias, daya tarik, dan fokus yang berhasil membuat pikiran saya bertemu dan mempunyai pengalaman dengan secarik kertas tak berguna di pinggir jalan itu.
Para pembaca yang dikasihi TUHAN, kita pun dapat digambarkan seperti secarik kertas yang ada di pinggir jalan tadi. Keadaannya tak berguna, agak kotor, dan tak ada alasan yang membuatnya dapat dianggap berharga. Tetapi TUHAN telah mengambil bagian dalam pikiran dan rencanaNya untuk mengambil dan memilih kita supaya kita dapat bahagia selama-lamanya. Di dalam pengalaman itu kita telah bertemu dengan TUHAN dan boleh diijinkan untuk menikmati segala kebaikan dan kemurahanNya sampai saat ini. Saya berdoa kiranya TUHAN selalu mencurahkan berkatNya bagi kita semua.

Selasa, 21 April 2020

BERDOA

Berdoa? 

Shalom bapak ibu yg terkasih di dalam nama TUHAN Yesus Kristus. Hari ini kita akan belajar sejenak tentang hal berdoa.

Apa semua kita pernah berdoa? Hehee

Saya percaya bapak ibu di manapun berada pasti pernah berdoa.

Ketika kita mendengar tentang hal berdoa, maka akan timbul banyak ide atau gagasan atau pikiran dalam kita di antaranya adalah:

1. Kita berdoa karena mengharapkan sesuatu akan terjadi menurut keinginan kita.

2. Kita berdoa karena kita sedang menghadapi masalah berat dan sadar butuh pertolongan TUHAN.

3. Atau mungkin kita berdoa karena melihat orang lain suka berdoa, sehingga timbullah ideologi pikiran dengan gagasan "pokoknya" berdoa. Tanpa perlu harus merenungkan dan betul paham apa arti berdoa itu sendiri.

Dari beberapa hal di atas kita dapat belajar bahwa ternyata berdoa itu sangat luas pengertiannya. Nah, sekarang menurut kita masing-masing, apakah berdoa itu? Bahkan di Alkitab sendiri pun dijelaskan bahwa cara seseorang itu berbeda-beda ketika berdoa. Contoh seperti Hana (1Sam.1:10), dia berdoa  dengan hati pedih. Lalu ada Hizkia yang berdoa dengan cara memalingkan mukanya ke dinding (2Raj. 20:2) dan masih banyak contoh-contoh lainnya yang tertulis di dalam Alkitab. Dengan demikian, berdasarkan hal tersebut, kita dapat menyimpulkan bahwa bila berbicara teknis berdoa, tidak ada teknis yang paling jitu ketika kita datang untuk berdoa kepada TUHAN. Cara apa pun selama kita fokus menyembah berdoa kepada TUHAN, TUHAN tetap menerima setiap sikap doa kita berdoa kepadaNya. Lalu pertanyaan lain lagi adalah: Apakah itu berdoa? Berdoa itu adalah di mana saat kita bisa bertemu secara khusus dengan TUHAN. Menyampaikan apa saja yang mau kita katakan di dalam mulut dan hati. Bentuk berdoa kepada TUHAN akan selalu khusus, tidak pernah dualisme, artinya fokusnya doa hanya kepada TUHAN saja sambil tetap percaya dengan penuh bahwa Dia akan sanggup menjawab setiap ucapan syukur dan keluh kesah kita kepadaNya.

Kita tidak tahu dengan pasti sampai sekarang bagaimana posisi dan cara Yunus berdoa kepada TUHAN di dalam perut ikan. Namun, yang kita bisa lihat adalah TUHAN menjawab doanya.

Jadi di akhir tulisan ini saya mau mengajak kita semua supaya senantiasa berdoalah selalu kepada TUHAN, percayalah, DIA akan menjawab setiap doa kita, pergumulan kita akan diselesaikannya, dan di lembaran hidup selanjutnya kita akan melihat pemulihan demi pemulihan terjadi dalam setiap kita. Shalom.