SUMMUM BONUM

Rabu, 22 April 2020

Apakah TUHAN layak disebut sebagai TUHAN?


Apakah TUHAN layak disebut sebagai TUHAN?

Shalom. Bapak/Ibu yang terkasih di dalam TUHAN. Kali ini kita akan belajar mengenai identitas TUHAN. Topik ini jarang ada yang berani mengangkat dan membicarakan, karena sebagian orang menganggap hal ini adalah hal yang tabu untuk dibicarakan, sehingga pada akhirnya jadi mempertanyakan keberadaan TUHAN, bahkan yang paling ngeri adalah menganggap TUHAN itu dapat dijelaskan secara lengkap oleh akal budi manusia yang terbatas ini.
Perlu saya tekankan bahwa topik ini saya angkat bukan karena saya berpikir bahwa TUHAN itu dapat dijelaskan secara sempurna oleh ‘brain’ manusia yang sebesar kepalan tangan ini. Namun, topik singkat ini hanyalah suatu metode yang bertujuan untuk membantu kita mengenali lebih dalam lagi siapa Allah kita. Di dalamnya, wawasan kita akan diasah dan dilatih untuk berimajinasi dengan baik dan indah guna menjadi berkat bagi sesama.
Langsung saja kepada poin yang pertama. Dia disebut Allah karena:

1.       Punya Hakekat

Hakikatnya TUHAN/Allah adalah TUHAN/Allah (Kel. 3:14). Lalu apa hakikatnya TUHAN/Allah? Hakikatnya adalah berdaulat. Selanjutnya mengapa DIA disebut berdaulat? Karena DIA adalah Pribadi yang memiliki Substansi, Esensi, Eksistensi.

2.       Punya Sifat Khas

Hal yang dimaksud dalam poin yang kedua dengan sifat khas di sini adalah karena DIA memiliki atribut ‘MAHA’. (1Sam. 4:8; 2Raj. 19:22; Mz. 7:17, dll.). Sehingga sebagai anak TUHAN kita bisa mengklaim bahwa TUHAN kita layak disebut sebagai TUHAN, karena memiliki sifat khas ini, yaitu memiliki atribut ‘MAHA’. Melalui sifat khas ini Allah selalu menampilkan perbedaan mencolok antara keberadaan TUHAN dan manusia, TUHAN dan berhala, TUHAN dan ciptaanNya, sudah jelas tentu antara TUHAN dan iblis.

3.       Punya Tindakan

Actum TUHAN atau tindakan TUHAN yang dimaksud di sini adalah ‘SEMPURNA’. TUHAN tidak pernah gagal (Ay. 42:2), TUHAN tidak pernah salah (Yoh. 14:6), sehingga kata yang paling tepat untuk menggambarkan seluruh actum TUHAN adalah sempurna (Ul. 32:4).

                Demikianlah penjelasan singkat mengenai identitas TUHAN kita dari si penulis. Semoga postingan kali ini menjadi berkat buat kita semua. TUHAN Yesus memberkati. Amin.

1 komentar: